11/12/18

Potads hadir ditengah keluarga Down Syndrome



Aku buka album biru bernama my folder yang isinya itu semua foto anak-anakku yang saat bayi. Ketika usia satu bulan sampai saat ini. Masih disimpan rapat didalam dus. Masih ingat betul perjuangan aku melahirkan anak yang kedua memang begitu sulit. Merasakan pembukaan yang makin nambah di setiap jam nya.

Ibu hebat memang dilahirkan pula dari rahim seorang perempuan yang hebat pula. Ya, Ibu itu tak pernah kenal lelah demi anak-anak. Namun bagaimana bila memiliki anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).

Mungkin di dunia bisa dihitung ya seberapa banyak orangtua yang memiliki anak-anak ABK ini.

Tidak perlu jauh kesana aku sendiri pun seorang Ibu ABK. Anak kedua aku di diagnosa oleh dokter yang menangani nya yakni  Cerebral palsy atau yang bisa dibilang kelumpuhan otak dan kekakuan otot. Nah kini usia anakku sudah 3 tahun.

Pas banget akhir pekan aku dapat undangan untuk menghadiri talkshow persembahan untuk Ibu hebat yang rata-rata Ibu dari anak penyandang Down Syndrome.



Bertempat di Hotel daerah Jakarta Selatan dan acara juga didukung oleh BKKBN nih. Jadi semakin tahu dan paham ternyata menjadi Ibu dari anak-anak ABK ini bukan aku sendiri saja. Ada banyak sekali kemarin anak Down Syndrome yang hadir. Semuanya pintar sekali mereka bisa bernyanyi, menari, dan bermain musik. Jadi, anak Down Syndrome itu janganlah dianggap sebelah mata ya. Karna mereka itu sama dengan kita. Sama-sama ciptaan Allah.



Yang paling meriah lagi ada psikolog Tika Bisono yang memberikan sharing sessionnya kepada seluruh para orangtua yang hadir. Dan tentu memberikan semangatnya dong. Untuk lebih sabar lagi menjaga dan merawat anak ABK.



Sepanjang acara ini rupanya ada Potads yang ada di depan Ibu para orangtua dari anak penyandang Down Syndrome ini. Potads ini berdiri sejak tahun 2003 di awali dengan seorang Ibu yang mempunyai anak dengan penyandang Down Syndrome. Dari situlah Ibu pendiri Potads ini membentuk komunitas khusus bagi orangtua anak penyandang Down Syndrome.




Presentasi dari TIka Bisono ini sangatlah banyak mengandung pengetahuan bagi aku sebagai orangtua dari anak ABK juga. Faktanya anak ABK ini janganlah selalu di bandingkan dengan anak normal lainnya. Mereka mempunyai keterbatasan dalam mungkin dunia pendidikan, mengontrol diri sendiri, bahkan untuk mandiri.

Untuk keluarga Down Syndrome apa sih resolusi di tahun 2019 kalian, lebih baik perbanyak kembali membaca buku soal gizi anak-anak Down Syndrome. Dan untuk Ayah dekatkan kembali dan menerimalah bahwa memang kita diberikan anak oleh yang maha kuasa selalu ada hikmah dan bisa belajar dari itu semua. Sama seperti aku mencoba dan berusaha untuk selalu sabar dan tawakal pada Allah SWT.

Kemampuan belajar anak Down Syndrome pun sangat berbeda dengan anak normal, belajar mereka itu besar dan unik. Berpotensi juga menjadi masyarakat yang bermanfaat.

Anak-anak ABK bisa saja tenggelam lho atau terkenal itu semua peran dari orangtua serta keluarga. Memang benar sih kalau Ibunya hanya mendiamkannya saja dan tak pernah tahu dong talenta anak Down Syndrome ini apa.

Lalu wajar ga sih kalau Ibu kadang suka naik-turun moodnya nih untuk terus mendukung anak yang penyandang Down Syndrome atau lainnya. Tentu kata psikolog Tika Bisono hal itu wajar. Karna kita ini manusia. Bisa saja kapan nanti patah semangat dan kembali semangat. Sama seperti aku.

Potads hadir untuk membantu dan memberikan rangkul hangat untuk seluruh para keluarga Down Syndrome. Nah maka dari itu silakan bergabung ada sosial media Potads.

1 komentar:

  1. Semoga dengan adanya Komunitas seperti POTADS, para orang tua yang memiliki anak DS bisa bergabung di komunitas ini dan mereka bisa saling menguatkan dan memberikan saran sehingga mereka tidak merasa sendirian.

    BalasHapus

terima kasih untuk komentar anda

 

Tulisan Ibu dari anak cerebral palsy - khairunnisa Template by Ipietoon Cute Blog Design