Kota manakah yang sudah layak untuk anak, ramah dengan anak. Kira-kira kota tempat saya tinggal termaksud tidak ya!

Sudah layakkah kota kita untuk anak-anak

Anak kecil itu membutuhkan tempat yang aman, nyaman, dan jauh dari keramaian kendaraan umum yang melintas, lalu apakah tempat tinggal saya, kamu, anda, dan kita semua memenuhi itu semua?

Kota seperti apa sih yang dibutuhkan oleh anak-anak kita?

Saya semenjak berkeluarga dan memiliki anak memang kesannya sangat membutuhkan tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga kecil saya, akan tetapi itu semua berbeda dengan kenyataan apalagi suami yang masih suka hidup tak sehat, ya, suami saya merokoknya masih kuat dan kalau disuruh stop susahnya deh sampai ribut.

Kota layak anak

Apalagi orang laki di tempat tinggal saya pun sama pada merokok mau tak mau saya harus hidup bercengkrama dengan mereka. Jadinya perokok pasif deh! Nah,untungnya anak-anak saya masih terjagalah karena saya buat peraturan sendiri untuk didalam rumah, yakni dilarang merokok didalam rumah, mau ada anak-anak atau tidak. Tetap tak boleh!

Alhamdulilah sih, daerah kawasan saya tinggal ini cukup untuk soal ramah anak. Karena itu tadi ada banyak taman hijau terbuka di tengah-tengah komplek, ada masjid juga yang tiap sore itu selalu mengadakan penggajian rutin untuk anak-anak sekitar situ. Lalu ada juga PAUD untuk anak-anak balita yang belum masuk TK. Saya rasa cukup sih sejauh ini kota saya memenuhi kebutuhan keluarga dan juga anak-anak.

Bertemu lentera anak dan meet up bareng blogger

Kalian harus tahu dulu apa sih yang dimaksud Kota dengan layak anak, jadi disini itu adalah mandat dari KPPPA untuk pemerintah daerah yang dapat menciptakan lingkungan tempat tinggal dan juga fasilitas yang sangat ramah anak. Sebenarnya bukan dari segi pemerintah saja yang menciptakan itu semua, Namun kita sebagai orangtua, masyarakat dan juga seluruh komponen lainnya ikut bersama berkontribusi untuk pembangunan Kota layak anak. KLA (Kota Layak Anak).

Kita sebagai orangtua yang memiliki anak pun patut dan wajib memberikan hak anak sejak ia lahir di bumi ini, seperti membuat akta kelahiran , nama, kependudukan, dan lainnya. Lalu apakah sebagian orangtua yang hidup di Indonesia sudah memberikan itu semua? Saya rasa bisa dihitung ya!

Karena ini bukan ngada-ngada sih ada tetangga saya yang status pernikahannya masih dibawah tangan alias nikah siri, lalu kedua pasangan ini memiki anak dan saat ingin membuat akta kelahiran mereka binggung, harus bagaimana! Karena persyaratan pembuatan akta kelahiran saja harus ada Ektp kedua orangtua dan juga buku nikah , lalu kartu keluarga. Sedangkan kedua pasangan ini belum sama sekali memiliki surat-surat yang dibutuhkan untuk proses pembuatan akta kelahiran tersebut.

Duh! Rumit ya kalau membahas persoalan tetangga saya ini, mau tak mau harus urus segala sesuatu itu butuh waktu yang tak sehari dua hari selesai.

Tahun 2018 , KLA sudah dikembangkan di 349 Kabupaten dan Kota di Indonesia. Dari itu semua sudah ada 117 Kab/Kota yang memperoleh penghargaan.


Kota layak anak


Yang harus kalian ketahui indikator-indikator penilaian KLA mencakupi dari ;

Adanya sekolah ramah anak : pendidiknya terlatih tentang hak anak, punya hanya 2 lantai mencegah resiko/bahaya dari anak tidak terjatuh, bersifat aksesibel, semua sekolah di Jakarta dan kota lainnya harus menerima anak penyandang disabilitas, inklusivitas.

Ruang bermain ramah anak : untuk taman pun seharusnya didasari pasir bukannya aspal untuk diarea bermainnya. Tidak boleh ada wifi sehingga orangtua yang mendampingi tidak terdistract selalu mengawasi setiap langka anak bermain. Juga prinsipnya harus gratis , aman dan juga selamat. Bisa didalam dan diluar ruangan.

Akta kelahiran : 7 hari setelah bayi lahir (maksimal) harusnya sudah memiliki akta lahir.

Gizi anak : memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan bagi anak dan dilanjutkan pemberian mpasi.

Puskesmas ramah anak : ada playground nya, petugasnya ramah anak tidak emosian atau tempramen dan sudah terlatih konvensi hak anak. Pelayanan gizi yang memadai.
Pencegahan perkawinan anak : upaya pemerintah lewat sosialisasi , edukasi, pelaporan.

P2TP2A (pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak : Badan pemerintah untuk melaporkan kasus anak-anak yang mengalami kekerasan , haknya dirampas, dan juga masalah lainnya.

Puspaga (pusat pembelajaran keluarga dari pemerintah) : layanan one stop service yang berbasis hak anak, ada pembelajaran keluarga untuk orangtua, tempt konsultasi untuk anak, dan juga tempat perujukan solusi bagi masalah anak dan keluarga.

Pendidikan PAUD HI (pengembangan anak usia dini holistik intergratif) : seperti daycare anak-anak diatas 2 tahun , sejenis playground tapi PAUD ynag dibuat oleh pemerintah.

Infrastruktur dari daerah : rute aman dan selamat ke dan dari sekolah seperti adanya rambu zona aman selamat sekolah, zebra cross, jembatan dan juga lainnya. (aman dari predator kekerasan seksual , kalau selamat terlepas dari kecelakaan)

Pusat kreativitas anak : fasilitas untuk mendukung kehidupan berbudaya dan seni anak, harus berada di tempat umum , dapat diakses semua anak dan gratis contohnya kaya sanggar gitu.

Kota Tangerang Selatan berada di posisi Madya total nilai 601-700* untuk penghargaan menuju KAB/KOTA LAYAK ANAK


Kenapa kok bisa masuk di tingkat Madya setara dengan kota Jakarta selatan,Jakarta timur dan lainnya, karena yang saya lihat sudah adanya beberapa indikator KLA di Tangerang Selatan, Meskipun belum sempurna tapi sudah ada taman hijau yang terbuka secara umum dan gratis seperti di Taman tekno BSD, Taman bacaan yang berada di kolong flyover ciputat. Dan masih banyak lagi. Juga PAUD sudah tersedia di lingkungan RT/RW setempat. Zona selamat sekolah pun sudah ada untuk sekolah-sekolah yang berada dipinggir jalan umum.

Rambu dan kawasan ramah anak pun ada di beberapa mall di Tangerang selatan. Yang lebih menarik lagi waktu saya mau perpanjang stnk kendaraan di samsat ciputat untuk bagian lantai 2 tersedia ruangan menyusui, sudut membaca, lalu ada playground. Jadi seperti inilah kota tempat yang kini saya tinggal bersama keluarga.

Komentar

Postingan Populer